
SUMENEP – Detikposnews.com// Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Pendidikan Sumenep terus melakukan sosialisasi percepatan penurunan angka anak tidak sekolah (ATS) di 27 Kecamatan se-Kabupaten Sumenep. Beberapa hari yang lalu kegiatan verifikasi dan validasi data ATS telah dilaksanakan di Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Kegiatan itu dilaksanakan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mensinkronisasikan data dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sumenep dengan faktualitas di tingkat desa.
Baca Juga : Kemandirian Ainor Rasid Raih Gelar Magister Hukum di UNSURI Surabaya Menjadi Inspirasi
Kepala Dinas Pendidikan, Agus Dwi Saputra, S.Sos.,M.Si melalui Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (Kabid PAUD) Dinas Pendidikan Sumenep, Lisa Bertha Soetedjo mengungkapkan bahwa tim gabungan beberapa OPD terkait sudah turun ke sejumlah kecamatan sejak awal pekan lalu untuk memastikan data anak tidak sekolah (ATS) benar-benar terverifikasi.
“ Kami membentuk tiga tim besar, dari perwakilan lima OPD, yakni Dinas Pendidikan, Bappeda, Dinas Sosial, BPMP, dan Disdukcapil. Dalam sehari, tiga tim ini bergerak ke tiga titik berbeda di setiap kecamatan,” jelas Bertha saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (7/11/2025)

Menurut Bertha, kegiatan sosialisasi dilakukan dengan mengumpulkan seluruh kepala desa dalam satu kecamatan, agar lebih efektif dalam proses validasi data.
“Setiap kecamatan itu rata-rata memiliki 10 hingga 12 desa. Kalau kami turun ke tiap desa tentu akan memakan waktu lama. Karena itu kami kumpulkan di satu titik di kecamatan agar verifikasi untuk percepatan” ujarnya.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi ajang diskusi bersama antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di tingkat desa untuk memastikan data ATS sesuai kondisi lapangan.
Bertha menambahkan, data Pusdatin kini tengah dicocokkan dengan basis data kependudukan milik Dukcapil yang diverifikasi langsung oleh tim lapangan.
“Kami targetkan akhir November seluruh data sudah rampung, termasuk wilayah kepulauan” tambah Bertha dengan optimis.
Ia mengakui, pelaksanaan di wilayah kepulauan memerlukan strategi khusus karena faktor geografis. Namun demikian, pihaknya tetap optimis seluruh kegiatan akan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Untuk kepulauan kami bekerja sama dengan petugas wilayah setempat. Jadi tim bisa bergerak bersamaan, dan kami optimis Insya Allah akhir November rampung,” tegasnya.
Program percepatan penurunan angka ATS yang merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep diharapkan efektif dalam memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan. Sehingga langkah verifikasi lintas sektor ini mampu menghasilkan akurasi data yang lebih tepat sasaran. (Myd)






