
Serdang Bedagai — Detikposnews.com // Kru media Detikposnews.com Serdang Bedagai (Sergai) kembali menyoroti buruknya pelayanan publik dan dugaan ketidak transparanan penggunaan anggaran pada Pemerintahan Desa Gunung Pane dan Pemerintahan Desa Buluh Duri Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai.
Dalam kunjungan awak media detikposnews.com bersama para teman awak media yg lainnya ke kantor Desa Gunung Pane tersebut, terlihat kondisi Kantor Desa yang sepi dengan tidak adanya perangkat desa stand by untuk melayani tamu yang datang dan warga setempat, Kamis (23/04/2026) pagi sekira pukul 10.00 WIB.
Ironisnya, sudah kantor sepi, bendera merah putih pun terlihat tidak terpasang pada tiang bendera. Seperti bukan kantor pemerintah sebagai tempat pelayanan, namun seperti rumah warga,” ungkap teman kita Effendi
Dikemukakan EFFENDI kedatangan kami ke kantor desa ini melakukan konfirmasi sekaligus untuk memonitor sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Desa Gunung Pane atas penggunaan Dana Desa Tahun 2025 sesuai informasi yang kami terima dari warga setempat.
“Sebab, dari informasi yang kami terima, pemerintah desa Gunung Pane tidak memaparkan jelas, apa saja jenis kegiatan yang dilaksanakan, namun hanya secara gelondongan. Hal ini juga terlihat dari banner APBdes yang terpasang pada kantor desa,” terangnya.
Lanjut Effendi, setelah tiba di kantor desa tersebut, kami coba memanggil perangkat desa yang bertugas hingga tiga kali tidak, namun tidak ada jawaban.
Melihat pintu tidak terkunci, kami mencoba membuka pintu dan tiba-tiba ada sahutan dari seorang wanita yang berada di dalam ruangan pelayanan yang tertutup, namun menjawab melalui lubang loker pelayanan.
“Bapak Kepala Desa lagi kerja di kantor kebun pak, seraya menutup kembali lubang loket pelayanan,” tandas Effendi.
hal hampir serupa juga terlihat pada Kantor Pemerintahan Desa Buluh Duri Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai yang hanya berjarak lebih kurang 1 km dari kantor Desa Gunung Pane.
Saat tiba di kantor Desa Buluh Duri ini, juga tidak ditemukan perangkat desa yang bertugas di ruang pelayanan. Namun setelah mencoba berjalan ke arah samping kantor untuk memastikan keberadaan perangkat desa.
Tiba-tiba ada suara seorang wanita dari ruang belakang kantor yang terlihat sedang memasak.
“Bu Kades baru saja keluar pak, tapi saya tidak tahu kemana,” sebut wanita yang mengaku bernama Erna dan menjabat sebagai Kaur Pembangunan di desa ini.
Usai meminta izin kepada Kaur Pembangunan untuk masuk mengambil fhoto Banner APBdes Buluh Duri, kami langsung ke sejumlah lokasi pembangunan jalan rapat beton dan pemasangan paving blok.
“Sejumlah temuan di lapangan dan informasi warga ini akan kami jadikan bukti awal dugaan perbuatan penyalahgunaan wewenang oleh kedua Kades ini,” tegasnya mengakhiri.
(Team)



