
Banyuwangi – Detikposnews.com // Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat menyambut bulan kemerdekaan di sejumlah kawasan Kabupaten Banyuwangi kembali menjadi sorotan.
Pantauan di sepanjang Jalan Basuki Rahmat, Banyuwangi, Senin (10/08/2026), menunjukkan masih minimnya pemasangan Bendera Merah Putih maupun berbagai atribut kemerdekaan di sejumlah toko dan tempat usaha.
Di ruas jalan yang menjadi salah satu kawasan aktivitas ekonomi masyarakat tersebut, hanya sebagian kecil pelaku usaha yang terlihat memasang Bendera Merah Putih. Sementara sejumlah toko lainnya tampak belum memasang simbol-simbol kemerdekaan di depan tempat usahanya.
Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian lantaran terdapat dua swalayan besar yang berdasarkan pantauan disebut belum memasang Bendera Merah Putih maupun umbul-umbul untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Situasi ini tentu menimbulkan keprihatinan, mengingat bulan Agustus merupakan momentum yang sangat penting bagi seluruh rakyat Indonesia.
Bendera Merah Putih bukan sekadar atribut seremonial tahunan. Di balik warna merah dan putih terdapat sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Para pahlawan telah mengorbankan tenaga, pikiran, harta benda bahkan nyawa demi memperjuangkan kemerdekaan yang saat ini dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Termasuk para pelaku usaha yang hari ini dapat menjalankan kegiatan ekonomi secara bebas dalam sebuah negara yang merdeka.
Karena itu, memasang Bendera Merah Putih di depan toko, kantor, rumah maupun tempat usaha seharusnya dipandang sebagai bentuk sederhana dari rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para pejuang bangsa.
Jangan sampai kesibukan mengejar keuntungan ekonomi membuat semangat kebangsaan justru terlupakan.
Kritik terhadap minimnya pemasangan atribut kemerdekaan tersebut bukan berarti bermaksud menghakimi seluruh pelaku usaha. Namun, kondisi di lapangan patut menjadi perhatian bersama agar semangat nasionalisme tetap tumbuh di tengah masyarakat.
Apalagi kawasan Jalan Basuki Rahmat merupakan kawasan yang setiap hari dilewati banyak masyarakat. Ketika simbol-simbol Merah Putih menghiasi sepanjang jalan, tentu akan memberikan suasana berbeda sekaligus membangun semangat kebangsaan di tengah masyarakat.
Sebaliknya, apabila sebagian besar tempat usaha justru terlihat tanpa Bendera Merah Putih pada bulan kemerdekaan, tentu menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana kepedulian terhadap momentum nasional tersebut.
Pemkab Banyuwangi Diminta Tidak Diam
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi diharapkan tidak hanya mengandalkan imbauan menjelang peringatan HUT RI, tetapi juga melakukan pemantauan di lapangan.
Pemerintah melalui perangkat terkait dapat memberikan imbauan maupun teguran secara persuasif kepada pemilik toko, pengusaha, pengelola swalayan dan tempat usaha lainnya yang belum memasang Bendera Merah Putih.
Langkah tersebut penting agar semarak kemerdekaan dapat dirasakan secara merata, baik di kawasan permukiman maupun pusat-pusat perekonomian.
Teguran juga hendaknya tidak semata-mata dipahami sebagai bentuk penindakan, melainkan sebagai pengingat bahwa setiap warga negara mempunyai peran dalam menjaga dan merawat semangat nasionalisme.
Pengusaha juga bagian dari masyarakat Indonesia.
Mereka memiliki hak untuk menjalankan usaha dan memperoleh keuntungan dalam suasana negara yang aman dan merdeka. Namun, pada saat yang sama, ada tanggung jawab moral untuk menghargai sejarah dan perjuangan bangsa.
Pemasangan Bendera Merah Putih merupakan salah satu bentuk paling sederhana untuk menunjukkan hal tersebut.
Jangan Sampai Merah Putih Hanya Ramai di Permukiman
Semangat kemerdekaan seharusnya tidak hanya terlihat di lingkungan perumahan masyarakat.
Kawasan perdagangan, pertokoan, pusat perbelanjaan, perkantoran, perusahaan dan berbagai tempat usaha juga semestinya ikut dihiasi Merah Putih.
Jika masyarakat kecil dengan segala keterbatasannya mampu membeli dan memasang Bendera Merah Putih di depan rumah, maka sudah semestinya para pemilik usaha yang menjalankan kegiatan ekonomi di tengah masyarakat juga menunjukkan kepedulian yang sama.
Tidak harus dengan dekorasi mewah.
Tidak harus mengeluarkan biaya besar.
Cukup dengan mengibarkan Sang Merah Putih dengan baik dan benar.
Sebuah tindakan sederhana yang memiliki makna besar.
Karena kemerdekaan Indonesia bukan hadiah dari penjajah. Kemerdekaan lahir dari perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan.
Maka, memasuki HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat Banyuwangi kembali menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.
Para pengusaha, pemilik toko, pengelola swalayan, masyarakat, pemerintah hingga seluruh elemen lainnya diharapkan bersama-sama menciptakan suasana Agustus yang benar-benar mencerminkan semangat kemerdekaan.
Jangan biarkan Merah Putih hanya berkibar di halaman kantor pemerintahan.
Biarkan Merah Putih berkibar di depan rumah rakyat, toko, pasar, swalayan, perusahaan dan seluruh penjuru Banyuwangi.
Sebab, kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat Indonesia dan menghormati kemerdekaan merupakan tanggung jawab kita bersama.




