
SUMATERA UTARA – Detikposnews.com // Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Sumatera Utara sejak Rabu malam (28/10/2026) hingga Kamis (29/10/2026) memicu banjir di lima kabupaten/kota. Luapan sungai merendam permukiman warga di Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, Mandailing Natal, dan Langkat. Ribuan warga terdampak, bahkan sebagian terpaksa meninggalkan rumah demi menyelamatkan diri.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Kota Binjai menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak. Banjir melanda tiga kecamatan, yakni Binjai Selatan, Binjai Kota, dan Binjai Timur.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyampaikan bahwa sebanyak 1.018 kepala keluarga (KK) atau 3.828 jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir tersebut.
Sementara itu, di Kabupaten Deli Serdang, banjir merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Bangun Purba, Sunggal, Deli Tua, Tanjung Morawa, dan Hamparan Perak. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 40 sentimeter.
Di Desa Mabar, Kecamatan Bangun Purba, penghuni lima rumah terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan masjid terdekat. Adapun jumlah warga terdampak dan pengungsi di sejumlah kecamatan lainnya masih dalam proses pendataan oleh petugas.
Mandailing Natal dan Langkat Juga Terdampak
Banjir juga melanda Kabupaten Mandailing Natal. Sedikitnya 32 rumah warga di Kecamatan Hutabargot dan Panyabungan Utara terendam air dengan ketinggian mencapai sekitar 60 sentimeter.
Di Kabupaten Langkat, sebanyak 694 warga terdampak banjir di Kecamatan Sirapit dan Besitang hingga harus mengungsi. Kondisi tersebut menambah daftar wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara.
Sementara itu, di Kota Medan, banjir merendam empat kecamatan, yakni Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Maimun, dan Medan Helvetia. Jumlah pengungsi di wilayah ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu dilaporkan mencapai 603 orang.
Warga Diimbau Waspada, Penanganan Pengungsi Jadi Prioritas
Banjir yang melanda lima kabupaten/kota ini menjadi perhatian serius karena mengancam keselamatan warga serta mengganggu aktivitas sehari-hari. Tingginya intensitas hujan dan meluapnya aliran sungai disebut menjadi faktor utama terjadinya banjir.
Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila hujan deras kembali mengguyur wilayah mereka. Warga juga diharapkan segera mengikuti arahan petugas apabila kondisi air terus meningkat dan membahayakan keselamatan.
Di sisi lain, penanganan darurat perlu menjadi prioritas, mulai dari pendataan warga terdampak, evakuasi kelompok rentan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna memastikan keselamatan masyarakat serta mempercepat penanganan dampak banjir di wilayah Sumatera Utara.(Tedjo)




