
Maluku – Detikposnews.com // Bentrok antarwarga kembali terjadi di Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, pada Kamis (6/8/2026). Insiden yang terjadi di sekitar ruas Jalan Ali Murtopo itu merupakan bentrokan lanjutan setelah konflik serupa dilaporkan terjadi sehari sebelumnya, Rabu (5/8/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan melibatkan dua kelompok warga yang berasal dari Kompleks Besi Tua dan Kompleks Kampis. Kedua kelompok terlibat aksi saling serang dengan menggunakan berbagai senjata tajam, di antaranya parang, tombak, serta anak panah.
Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan warga yang berada di sekitar lokasi. Sejumlah pemilik toko memilih menutup usahanya demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sementara arus aktivitas masyarakat di sekitar lokasi bentrokan sempat terganggu.
Untuk mengendalikan situasi, personel Polres Kepulauan Aru yang didukung aparat Brimob dan TNI segera diterjunkan ke lokasi. Dalam upaya membubarkan massa dan mencegah bentrokan meluas, aparat melepaskan tembakan peringatan ke udara serta menggunakan gas air mata.
Langkah tersebut dilakukan agar kedua kelompok yang bertikai segera membubarkan diri sehingga situasi keamanan dapat kembali dikendalikan.
Setelah pengamanan diperketat, kondisi di lokasi dilaporkan berangsur kondusif. Meski demikian, aparat gabungan masih bersiaga dan melaksanakan patroli di sejumlah titik yang dianggap rawan guna mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan.
Seorang tokoh masyarakat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan berharap aparat penegak hukum mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Menurutnya, konflik yang berulang harus segera dihentikan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan aman.
Selain itu, masyarakat juga mendorong Polda Maluku untuk melakukan evaluasi terhadap penanganan keamanan di wilayah hukum Polres Kepulauan Aru agar konflik serupa tidak terus berulang. Tokoh pemuda setempat juga mengharapkan adanya langkah-langkah preventif, dialog, serta mediasi berkelanjutan yang melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat guna menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Kepulauan Aru mengenai jumlah korban maupun jumlah pihak yang diamankan dalam peristiwa tersebut. Informasi terkait perkembangan penanganan kasus masih menunggu rilis resmi dari pihak kepolisian.




