
MADIUN – Detikposnews.com // Komitmen Lapas Kelas I Madiun dalam membangun pembinaan kemandirian bagi warga binaan kembali mendapat apresiasi. Hal itu terlihat saat tim media online Zonacakrawala.com, NusantaraJaya.news, dan LintangNusantaraNews.com melakukan kunjungan langsung ke berbagai unit pembinaan dan kegiatan kerja di Lapas Kelas I Madiun.
Kedatangan tim media disambut hangat oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Andri Setiawan bersama Kepala Bidang Kegiatan Kerja Nurma Yuliati. Dalam kesempatan tersebut, rombongan media diajak meninjau secara langsung berbagai program pembinaan yang telah berjalan dan menjadi bagian dari upaya pembentukan kemandirian warga binaan.
Selama kunjungan, tim media melihat beragam hasil karya dan keterampilan warga binaan yang dikembangkan melalui program pembinaan. Mulai dari pembuatan kursi rotan, perbaikan kursi mebel, produksi tempe dan keripik tempe, pembuatan produk bakery, budidaya ikan, budidaya burung, hingga ternak jangkrik.
Produk-produk tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran keterampilan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Hasil karya warga binaan dipasarkan ke pasar lokal, bahkan sebagian telah menjangkau pasar yang lebih luas sebagai bentuk pemberdayaan dan peningkatan kualitas pembinaan di dalam lapas.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Madiun, Nurma Yuliati, mengatakan bahwa seluruh program pembinaan kemandirian dirancang agar warga binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Kami terus membangun pembinaan kemandirian agar warga binaan memiliki kemampuan dan keahlian yang bermanfaat. Harapannya, setelah kembali ke tengah masyarakat mereka telah memiliki bekal untuk berkarya, mandiri, dan mampu menciptakan peluang usaha secara positif,” ujarnya.
Sementara itu, Ka. KPLP Andri Setiawan menegaskan bahwa keberhasilan program pembinaan merupakan hasil sinergi seluruh jajaran Lapas Kelas I Madiun dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif sehingga proses pembinaan dapat berjalan secara optimal.
Tim media menilai, program-program yang dijalankan Lapas Kelas I Madiun layak menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan lainnya di Indonesia. Melalui pembinaan yang terarah, masyarakat dapat melihat bahwa lapas bukan semata-mata tempat menjalani pidana, melainkan juga menjadi wadah pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, serta pengembangan keterampilan bagi warga binaan.
Dengan berbagai kegiatan produktif tersebut, stigma negatif terhadap lembaga pemasyarakatan diharapkan dapat berubah. Kehadiran program pembinaan yang berorientasi pada kemandirian menjadi bukti bahwa warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah kembali ke lingkungan masyarakat.




