
BANYUWANGI – Detikposnews .com // Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Rohani (Binroh) yang digelar khidmat di Masjid At-Taqwa Lapas Kelas IIA Banyuwangi pada Jumat (08/05).
Kegiatan pembinaan rohani tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan mental warga binaan agar mampu memperbaiki diri selama menjalani masa pidana. Tidak hanya melibatkan petugas internal Lapas, kegiatan ini juga menghadirkan sinergi bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi.
Suasana religius tampak terasa sejak awal kegiatan dimulai. Para warga binaan mengikuti rangkaian Binroh dengan tertib dan penuh antusias. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiyah keagamaan yang berisi pesan-pesan moral, motivasi kehidupan, serta ajakan untuk memperkuat keimanan dan menjauhi perilaku negatif, khususnya penyalahgunaan narkotika.
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi menyampaikan bahwa pembinaan rohani merupakan salah satu program utama dalam membentuk pribadi warga binaan menjadi lebih baik. Menurutnya, pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kesadaran diri, kedisiplinan, dan tanggung jawab selama menjalani masa pembinaan di dalam Lapas.
“Pembinaan rohani menjadi pondasi penting bagi warga binaan untuk memperbaiki diri. Dengan penguatan spiritual, diharapkan mereka mampu menjalani masa pidana dengan lebih baik serta memiliki bekal moral ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan di Lapas tidak hanya bergantung pada pengamanan, tetapi juga bagaimana warga binaan mendapatkan pendampingan mental dan spiritual secara berkelanjutan. Karena itu, pihaknya terus membangun kolaborasi dengan berbagai instansi guna menghadirkan program pembinaan yang positif dan bermanfaat.
Dalam kesempatan tersebut, pihak BNNK Banyuwangi turut memberikan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta dampaknya terhadap kehidupan pribadi, keluarga, dan lingkungan sosial. Materi yang disampaikan diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada warga binaan agar tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika setelah bebas nantinya.
Perwakilan BNNK Banyuwangi menekankan bahwa rehabilitasi mental dan spiritual menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dengan pendekatan keagamaan dan penguatan karakter, warga binaan diharapkan mampu membangun komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat dan produktif.
Sementara itu, kehadiran personel Lanal Banyuwangi dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pembinaan yang dijalankan Lapas Banyuwangi. Sinergitas antarinstansi dinilai sangat penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, kondusif, dan humanis.
Kegiatan Binroh berlangsung penuh kekhusyukan. Para warga binaan terlihat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan serius dan penuh perhatian. Banyak di antara mereka yang mengaku merasa termotivasi dan mendapatkan ketenangan batin setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan ini, Lapas Banyuwangi berharap pembinaan kepribadian yang dilakukan dapat memberikan dampak positif bagi perubahan perilaku warga binaan. Tidak hanya menjalani hukuman, warga binaan juga diharapkan mampu memperbaiki diri, meningkatkan kualitas keimanan, serta siap kembali menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat.
Komitmen Lapas Banyuwangi dalam menghadirkan program pembinaan yang humanis dan berkelanjutan pun terus diperkuat melalui kolaborasi bersama berbagai pihak. Dengan sinergi tersebut, proses pemasyarakatan diharapkan mampu berjalan optimal dan benar-benar menjadi sarana pembinaan menuju kehidupan yang lebih baik bagi warga binaan. (Marta detikposnews)




