
Bogor – Detikposnews.com // Semangat melestarikan budaya sekaligus meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat terus digelorakan di Kampung Pasir Erih, RT 01 RW 08, Desa Setu Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Melalui Program Kampung Batik, puluhan ibu-ibu mengikuti pelatihan belajar membuat batik yang berlangsung dengan penuh antusias pada Sabtu (18/07/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha kreatif. Selain menjaga kelestarian warisan budaya Indonesia, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga melalui hasil karya batik yang memiliki nilai jual.
Program Kampung Batik ini mendapat dukungan dari Ketua Ranting PDI Perjuangan setempat, Dedi Ependi, yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat DPP LPKSM PATROLI. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari lingkungan terkecil dengan memberikan keterampilan yang bermanfaat dan berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi pelatihan sesaat, tetapi mampu melahirkan kelompok-kelompok pengrajin batik yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Budaya harus tetap dijaga, namun juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” ujar Dedi Ependi.
Sementara itu, Eka Sri Jayanti selaku penyelenggara kegiatan menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusiasme para peserta yang berasal dari kalangan ibu-ibu di lingkungan RT 01 RW 08 Kampung Pasir Erih.
Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan teknik dasar membatik kepada masyarakat. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan para peserta mampu menghasilkan produk batik khas Kampung Pasir Erih yang memiliki ciri khas tersendiri.
“Kami ingin ibu-ibu memiliki keterampilan baru yang nantinya bisa dikembangkan menjadi usaha rumahan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong di lingkungan masyarakat,” ungkap Eka Sri Jayanti.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta mendapatkan pembelajaran mengenai proses pembuatan batik, mulai dari pengenalan alat dan bahan, teknik menggambar motif, penggunaan malam (lilin batik), hingga proses pewarnaan kain. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan dan saling berbagi pengalaman selama kegiatan berlangsung.
Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh semangat. Banyak peserta mengaku baru pertama kali mencoba membatik, namun merasa bangga karena mampu menghasilkan karya dengan tangan mereka sendiri.
Program Kampung Batik ini diharapkan menjadi awal lahirnya sentra batik di Kampung Pasir Erih yang mampu mengangkat potensi lokal sekaligus menjadi daya tarik budaya di wilayah Desa Setu Udik. Ke depan, hasil karya para peserta diharapkan dapat dipromosikan melalui berbagai kegiatan pameran maupun pemasaran digital sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Melalui kolaborasi antara tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan warga, Program Kampung Batik di Kampung Pasir Erih menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang memperoleh manfaat serta mampu menciptakan produk batik khas Bogor yang membanggakan.



