
Namrole_Bursel_ detikposnews.com// Komunitas Warga Buru Selatan, Maluku, Mandiri Dusun Emori, Desa Namrinat menggelar Gerakan Menanam singkong di Pekarangan dan Peletakan Batu Pertama Rumah Ternak atau _Huma Rongan_. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Buru Selatan La Hamidi SH, dan Wakil Bupati Buru Selatan Gerson Eliaser Selsily, SE, MPD, beserta jajaran OPD dan para Kepala Desa se-Buru Selatan. Sabtu, 5/9/26
Acara penyambutan berlangsung meriah dengan tarian adat _cakalale_ atau _cefal_ dan tarian _enusi_ (tarian masyarakat adat sebagai pulau Buru), sebagai bentuk penghormatan kepada Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan.
*Harapan Warga: Jalan Tani dan Bronjong Jadi Prioritas*
Dalam sambutannya, Sekretaris Komunitas Warga Buru Selatan Mandiri sekaligus Kepala Dusun Emori, Urbanus Tasane, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah yang telah hadir.
“Kami masyarakat Emori sungguh mengharapkan dukungan Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati. Beta minta bukan hanya sampai di sini saja, tetapi kami membutuhkan jalan tani untuk program penanaman singkong ini. Kendala yang kami hadapi di lapangan adalah jalan. Jalan tani yang paling kami butuhkan untuk proses penanaman singkong, ” ujarnya.
Urbanus juga menyampaikan usulan demi keselamatan warga. “Kali di Dusun Emori ini melingkari kampung kami. Kami tidak tahu musim timur ke depan kalau hujan besar kampung bisa tenggelam. Maka kami masyarakat dan pimpinan adat mengharapkan Bapak Bupati dan Kadis PU untuk membuat bronjong,” tambahnya.
*Mandiri Jadi Kunci Komunitas*
Ketua Komunitas Warga Buru Selatan Mandiri Dusun Emori, Roswel Nurlatu, menjelaskan program ini merupakan inisiatif gereja dan warga. Gereja menyediakan bahan dan dikerjakan secara gotong royong oleh warga.
“Beta mau bilang untuk masyarakat Emori yang sudah terhimpun dalam komunitas mandiri ini harus terus mandiri. Kita tidak bisa mengharapkan orang lain untuk memandirikan kita, tapi kita harus mandiri sendiri. Orang lain hanya bisa memotivasi. Kita harus punya target kerja. Beriman dan berkeinginan Desember ini sudah selesai dan bisa dipergunakan. Karena 2027 kita sudah mulai pertanian dan harus tetap kompak,” tegas Roswel.
*Bupati: Dusun Emori Mendahului Program Pemerintah*
Bupati Buru Selatan La Hamidi, SH, dalam sambutannya mengapresiasi semangat warga Dusun Emori. Ia menilai kegiatan ekonomi yang terus berjalan di komunitas ini memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sangat menginginkan ada partisipasi aktif dari masyarakat. Kami mengapresiasi Dusun Emori dan berterima kasih kepada Bapak Roswel yang sudah menginisiasi ini menjadi contoh bagi 81 Desa di Buru Selatan. Pak Roswel tanpa ada sokongan anggaran tapi dengan inisiatif sendiri ini adalah hal yang luar biasa,” kata Bupati.
Bupati juga menyebut inisiatif warga Emori sudah mendahului program pemerintah. “Masyarakat Dusun Emori yang sudah menginisiasi ini sudah mendahului program pemerintah daerah dan kementerian pertanian. Kementerian Pertanian mengagas hilirisasi ubi kayu pada tahun 2027 nanti, dan pemerintah daerah juga sudah merencanakan. Tapi di Dusun Emori sudah melakukan sebelum pemerintah daerah maupun pusat mencanangkan. Ini hal yang luar biasa,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya mengangkat pangan lokal di tengah kondisi global saat ini. “Solusi kita adalah kita harus mulai mengangkat pangan lokal yang kita punya. Ubi kayu di Maluku, di Buru Selatan sudah ada perhatian dari kementerian. singkong bisa diolah menjadi tepung, beras, roti, bakso. Untuk hilirisasi ubi kayu harus jadi prioritas. 74% kebutuhan pangan bisa teratasi dan kemiskinan akan turun drastis,” lanjut Bupati.
Menutup sambutannya, Bupati langsung memerintahkan Kadis PU untuk meninjau usulan pembangunan bronjong di Kali Emori. “Lewat program ini harapan saya perekonomian baik dan semakin naik,” tutupnya.
*Penanaman dan Peletakan Batu Pertama*
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman ubi kayu atau singkong secara simbolis oleh Bupati, Wakil Bupati dan tamu undangan. Setelah itu dilanjutkan dengan peletakan batu pertama Rumah Ternak _Huma Rongan_.
Sebagai penutup, seluruh peserta melakukan _Gerakan Makan Ubi_ atau _mangkau_ bersama-sama. Kegiatan ditutup dengan doa bersama *Yt



