
Detikposnews.com // BANYUWANGI | Raden Teguh Firmansyah melontarkan kritik keras terhadap Kepala Desa Bodean, Mislani, terkait dugaan lambannya pelayanan administrasi Surat Pernyataan Miskin (SPM) yang dibutuhkan salah satu warga untuk mendapatkan pengobatan di RSUD Blambangan.
Raden menilai, pelayanan pemerintah desa seharusnya mengedepankan sisi kemanusiaan, terlebih ketika warga sedang dalam kondisi darurat kesehatan.
Menurutnya, alasan birokrasi hingga harus menunggu tiga hari kerja tidak seharusnya menjadi penghambat bagi masyarakat kecil yang membutuhkan pertolongan cepat.
“Jabatan kepala desa itu amanah rakyat, bukan sekadar duduk di kursi kekuasaan. Ketika ada warga yang sedang berjuang antara hidup dan mati, pemerintah desa seharusnya hadir membantu, bukan justru membiarkan keluarga kebingungan mengurus administrasi,” tegas Raden.
Ia juga menyoroti dugaan sikap Kepala Desa Mislani yang disebut sulit dihubungi saat keluarga pasien meminta bantuan agar jenazah warganya yang meninggal dunia bisa segera dipulangkan dari rumah sakit.
“Kalau benar sampai ada keluarga berulang kali menelepon kepala desa dan tidak direspons di tengah suasana duka, ini sangat memprihatinkan. Pemimpin itu diuji bukan saat acara seremonial, tetapi saat rakyatnya sedang kesusahan,” ujarnya.
Raden menilai, peristiwa tersebut menjadi tamparan keras terhadap pelayanan publik di tingkat desa. Ia meminta pemerintah desa lebih tanggap dan tidak menjadikan prosedur administrasi sebagai alasan untuk mengabaikan kepentingan masyarakat miskin.
“Rakyat kecil tidak butuh janji manis. Mereka butuh tindakan nyata dan kepedulian. Jangan sampai warga merasa sendirian ketika menghadapi musibah,” pungkasnya. (Red)




