
Banyuwangi – Detikposnews.com // Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan fungsi jaringan irigasi melalui kegiatan pemeliharaan rutin di berbagai wilayah. Salah satunya dilakukan oleh Koordinator Daerah (Korsda) Pesanggaran yang melaksanakan pemeliharaan serta penanganan sampah di saluran BKS 3 Dam Koperan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan saluran irigasi tetap berfungsi secara optimal. Selain membersihkan tumpukan sampah dan material yang berpotensi menghambat aliran air, pekerjaan ini juga menjadi langkah preventif dalam mencegah penyumbatan yang dapat mengganggu distribusi air bagi kebutuhan pertanian maupun masyarakat sekitar.
Pelaksanaan pemeliharaan saluran kali ini juga mengedepankan unsur Padat Karya, dengan melibatkan tenaga kerja lokal di sekitar wilayah Pesanggaran. Melalui pola tersebut, pemerintah tidak hanya menjaga infrastruktur pengairan tetap berfungsi dengan baik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan pekerjaan.
Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, kegiatan pemeliharaan saluran irigasi menjadi lebih efektif sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum. Partisipasi warga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan saluran dan tidak membuang sampah sembarangan.
Pembersihan dilakukan secara menyeluruh pada titik-titik yang dipenuhi endapan sampah, ranting, rumput liar, serta sedimen yang berpotensi menghambat laju aliran air. Petugas bersama pekerja Padat Karya bekerja secara gotong royong agar kondisi saluran kembali bersih dan mampu mengalirkan air secara maksimal.
Saluran yang bersih dan terawat menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi air irigasi menuju lahan pertanian. Dengan demikian, kebutuhan air bagi para petani dapat terpenuhi secara optimal sehingga mendukung produktivitas sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian Banyuwangi.
Selain manfaat bagi sektor pertanian, pemeliharaan saluran juga berdampak positif terhadap kondisi lingkungan. Saluran yang bebas dari sampah mampu mengurangi potensi genangan air, meminimalisasi risiko banjir lokal saat curah hujan tinggi, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Banyuwangi, H. Cahyanto Hendri Wahyudi, S.E., menegaskan bahwa kegiatan pemeliharaan saluran irigasi merupakan agenda rutin yang terus dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi yang terawat merupakan kunci utama dalam menjaga kelancaran distribusi air sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. Karena itu, pemeliharaan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik saluran, tetapi juga menjaga kebersihan dari berbagai jenis sampah dan material penghambat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen DPU Pengairan Kabupaten Banyuwangi untuk menjaga fungsi saluran irigasi tetap optimal. Dengan melibatkan masyarakat melalui program Padat Karya, kami berharap manfaatnya dapat dirasakan secara langsung, baik dari sisi kelancaran distribusi air maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar H. Cahyanto Hendri Wahyudi.
DPU Pengairan Kabupaten Banyuwangi juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan saluran irigasi dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran pengairan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan fungsi infrastruktur pengairan.
Melalui pemeliharaan rutin yang dipadukan dengan program Padat Karya, DPU Pengairan Banyuwangi berharap seluruh jaringan irigasi tetap dalam kondisi prima sehingga mampu mendukung kebutuhan air pertanian, meningkatkan kualitas lingkungan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.




